Sabtu, 24 September 2011

Sinetron Hikmah Ilahi mulai 19 September 2011 di MNCTV - Episode 1 - 5




PRODUKSI : MD ENTERTAINMENT
PEMAIN : SANDY SYARIEF, SITI ANIZAH, DEA LESTARI, AHMAD SETIADI, PANCA PRAKOSO, LINDA WIRANAGARA, ALI ZEIN IZHY AUDIAGLA, DITYA DARMAWAN, FINI BELLA

Episode 1, Judul Atun Ingkar Nazar 2 Milyar, Senin, 19 September 2011

Sumiatun atau Atun ( Meriam Bellina ) adalah TKI yang dipenjara di Ryadh karena dituduh membunuh majikannya. Tak ada yang peduli pada nasibnya kecuali teman sesama TKI nya, Wati( Shasya Yunisha) yang diam-diam memberitahu orang tua Atun, Slamet ( Arthur Tobing ) dan Ratmi( Tien Sudrajat )di Wonogiri.

Dengan bantuan Parto ( Zainal Abidin Domba) bapak Wati yang menjual sawahnya untuk bekal Slamet ke Jakarta. Atun berhasil dibebaskan dan bahkan mndapat bantuan dari pendengar Dul’s Radio yang bersimpati pada Atun. Atun bersumpah akan mempergunakan uang untuk amal dan juga membantu TKI lainnya yang mendapat masalah di Arab.

Tapi janji tinggal janji. Boro-boro buat amal, Atun malahan terjerat cinta dengan suami Wati. Bahkan ia makin lupa diri dan tak mau mengembalikan uang Parto yang dipinjam ayahnya dulu padahal uang itu akan dipakai untuk mencari Wati yang tiba-tiba tak pernah berkirim kabar dari Arab.

Puncaknya, ketika Atun tak bisa mengelak dan mengembalikan uang itu, semua terlambat. Wati sudah meninggal di ARAB dan terlambat ditolong. Atun bukannya sedih malahan senang karena dengan begitu ia bisa menikahi suami Wati. Tapi apakah Tuhan akan membiarkan Atun mengingkari nazarnya sendiri?

Episode 2, Judul Tukang Becak Naik Haji, Selasa, 20 September 2011

Faizan tinggal dengan adiknya Azizah dan neneknya Badriyah di kawasan padat dan miskin di Jakarta. Setiap harinya ketiganya banting tulang mencari nafkah. Faizan menjadi penarik becak, Badriyah tukang cuci baju dan Azizah jualan es mambo buatan tetangga mereka. Ada satu keinginan Badriyah yaitu pergi haji.

Setelah mendengarkan tausiyah di mesjid, Faizan bertekad bersedekah dengan cara menggratiskan becaknya tiap Jumat. Satu kali pas hari Jumat, Iqbal ( Krisna Murti Wibowo ) yang pengusaha kaya, terpaksa naik becak Faizan ketika mobilnya mogok. Iqbal heran Faizan menolak bayaran. Saat sampai di kantor, Iqbal menyadari tasnya yang berisi uang ketinggalan di becak. Faizan yang menyadari tas Iqbal ketinggalan, juga berusaha mengembalikan tas itu, tapi ia gagal. Faizan terperanjat mengetahui tas itu tenyata berisi setumpukan uang.

Abbas ( baron Hermanto ) orang kaya di kampung Faizan tipikal yang riya, suka pamer dan pelit, mengetahui soal tas itu. Diam-diam ia mengambil tas itu dari Faizan. Tapi Alisha anak Abbas yang diam-diam mengagumi Faizan, mengembalikan tas itu. Faizan pun menyerahkannya pada Iqbal.

Suatu hari, Faizan ditabrak mobil pas hendak hendak memulangkan becak sewaannya, Kebetulan Igbal yang sedang melintas di jalan sama, langsung menolong. Iqbal yang berhutang budi ke Faizan, melunasi semua biaya rumah sakit. Bukan cuma itu, Iqbal membiayai pula Faizan, Azizah dan Badriyah naik haji. Karena berkat pertolongan Faizan mengambalikan tas berisi uang itu, Iqbal sukses mendapatkan proyek milyaran.

Episode 3, Judul KM 97 Rabu, 21 September 2011

Di tengah kebahagiaan Bimo (Sandy Syarief)-Nadya(Dea Lestari) untuk menikah, datang telepon dari Roy ( Ahmad Setiadi)ayah Bimo yang meminta kesediaan Bimo untuk menikahi Euis ( Siti Anizah ). Euis tak lain putri sahabat baik ayahnya. Kata Roy, ia dan sahabatnya Parman (ayah Euis) sudah menjodohkan Bimo-Euis sejak kecil. Dan janji ini mesti ditepati, apalagi ayah Euis sudah meninggal.
Bimo menemui Euis di Bandung. Euis yang tahu Bimo sebentar lagi menikahi Nadya, sepakat melupakan perjanjian pernikahan ini.


Tapi muncul peristiwa mengagetkan di tengah persiapan pernikahan Bimo-Nadya. Euis diketemukan tewas dengan kondisi mayat mengenaskan.
Pas Bimo-Nadya pulang ke Jakarta, di KM 97 tol Cipularang, Nadya melihat “hantu” Euis. Bimo ikutan syok dan jadi kesulitan mengontrol mobil. Terjadi kecelakaan maut. Nadya tewas. Lebih mengejutkan lagi, ternyata “Nadya ditemukan hamil” saat meninggal dunia. Ini yang membuat Bimo dendam sekali ke “hantu” Euis. Saat Bimo berada di apartemen, dia juga melihat “hantu”. Bimo makin kesal, kenapa Euis selalu mengganggu kehidupannya?


Awalnya Bimo mengira itu semacam penampakan, tapi belakangan Bimo dan Roy menemukan bahwa itu adalah Euis. Euis tidak meninggal, tapi dirampok. Mayat yang ditemukan itu adalah orang yang merampok Euis. Makanya semua barang Euis di tangannya. Euis juga bercerita pada malam Bimo mengalami kecelakaan di Km 97, dirinya memang di sana. Dia minta maaf ke Bimo, karena waktu itu dia berniat minta pertolongan dan bukan berniat untuk menakut-nakuti. Bimo memaafkan.
Roy dan ibu Euis yakni Asih ingin menikahkan Bimo dan Euis, sesuai rencana sebelumnya. Bimo setuju, tapi di dalam hati dia berniat, pernikahan ini untuk balas dendam. Balas dendam karena Euis sudah membuat Nadya meninggal dunia.


Bimo bahkan sudah membawa Euis pulang ke Jakarta. Dia berniat membunuh Euis, persis di lokasi Nadya tewas. Sahabat baik Bimo, Indra berusaha menggagalkannya, tapi kesulitan menghubungi Bimo. Sampai akhirnya Euis tewas, barulah Bimo kaget dengan berita Indra. Ternyata janin dalam Rahim Nadya adalah hasil perbuatannya dengan cowok lain.
Euis yang sudah mencintainya sejak lama malah disia-siakan. Bimo dikepung rasa bersalah mendalam. Bimo menyadari hidup-mati seseorang bukan di tangannya, melainkan ketentuan Allah semata.

Hikmah Ilahi "KM 97"

Tayang : Rabu, 21 September 2011, Pukul 21.00 WIB

Di tengah kebahagiaan Bimo-Nadya untuk menikah, datang telepon dari Roy ayah Bimo yang meminta kesediaan Bimo untuk menikahi Euis. Euis tak lain putri sahabat baik ayahnya. Kata Roy, ia dan sahabatnya Parman (ayah Euis) sudah menjodohkan Bimo-Euis sejak kecil. Dan janji ini mesti ditepati, apalagi ayah Euis sudah meninggal.
Bimo menemui Euis di Bandung. Euis yang tahu Bimo sebentar lagi menikahi Nadya, sepakat melupakan perjanjian pernikahan ini.

Tapi muncul peristiwa mengagetkan di tengah persiapan pernikahan Bimo-Nadya. Euis diketemukan tewas dengan kondisi mayat mengenaskan.

Pas Bimo-Nadya pulang ke Jakarta, di KM 97 tol Cipularang, Nadya melihat “bayangan” Euis. Bimo ikutan syok dan jadi kesulitan mengontrol mobil. Terjadi kecelakaan maut. Nadya tewas. Lebih mengejutkan lagi, ternyata “Nadya ditemukan hamil” saat meninggal dunia. Ini yang membuat Bimo dendam sekali ke “bayangan” Euis. Saat Bimo berada di apartemen, dia juga melihat “bayangan”. Bimo makin kesal, kenapa Euis selalu mengganggu kehidupannya?

Awalnya Bimo mengira itu semacam penampakan, tapi belakangan Bimo dan Roy menemukan bahwa itu adalah Euis. Euis tidak meninggal, tapi dirampok. Mayat yang ditemukan itu adalah orang yang merampok Euis. Makanya semua barang Euis di tangannya. Euis juga bercerita pada malam Bimo mengalami kecelakaan di Km 97, dirinya memang di sana. Dia minta maaf ke Bimo, karena waktu itu dia berniat minta pertolongan dan bukan berniat untuk menakut-nakuti. Bimo memaafkan.

Roy dan ibu Euis yakni Asih ingin menikahkan Bimo dan Euis, sesuai rencana sebelumnya. Bimo setuju, tapi di dalam hati dia berniat, pernikahan ini untuk balas dendam. Balas dendam karena Euis sudah membuat Nadya meninggal dunia.

Bimo bahkan sudah membawa Euis pulang ke Jakarta. Dia berniat membunuh Euis, persis di lokasi Nadya tewas. Sahabat baik Bimo, Indra berusaha menggagalkannya, tapi kesulitan menghubungi Bimo. Sampai akhirnya Euis tewas, barulah Bimo kaget dengan berita Indra. Ternyata janin dalam Rahim Nadya adalah hasil perbuatannya dengan cowok lain.

Euis yang sudah mencintainya sejak lama malah disia-siakan. Bimo dikepung rasa bersalah mendalam. Bimo menyadari hidup-mati seseorang bukan di tangannya, melainkan ketentuan Allah semata.

Episode 4: Hikmah Ilahi "Bankir Nakal"

Tayang : Kamis, 22 September 2011, pukul 21.00 WIB

Dahlia baru saja dipecat dari pekerjaannya. Tidak hanya itu, rumahnya juga disita. Dahlia akhirnya bertemu dengan Sarah sahabatnya yang mengajaknya kembali bekerja di Bank Perdana. Dahlia pun akhirnya menjadi manajer senior.
Namun sekian bulan bekerja ia belum juga menyaingi sukses Sarah yang berhasil menggaet banyak nasabah untuk berinvestasi. Dahlia belakangan tahu Sarah menghalalkan segala cara untuk meraih kesuksesannya. Dahlia yang ngiler dengan kesuksesan Sarah, bertekad mengikuti jejaknya, sama sekali tidak menggubris nasehat Rizal suaminya. Ia bahkan memilih pergi dari rumah ketika Rizal memintanya memilih dua anak mereka, Senta dan Amira atau pekerjaannya.

Dahlia bertekad tampil secantik dan seseksi mungkin. Ia pasang silicon di dadanya. Masih kurang puas, ia juga memasang susuk atas saran Sarah. Sejak itu, penampilan Dahlia berubah total. Pertemuannya dengan Nico cowok brondong tampan membuat Dahlia jatuh cinta lagi. Demi Nico, Dahlia rela menghabiskan uangnya buat menyenangkannya. Tanpa diketahuinya, Nico ternyata hanya memanfaatkannya. Cinta palsu Nico akhirnya terungkap. Dahlia kebingungan. Di saat itu, masalah besar muncul. Tindakan penyelewengan uang nasabah yang dilakukannya dengan Sarah, tercium pihak berwajib. Sarah kabur! Dahlia panik dan ikutan mau kabur. Namun polisi keburu meringkusnya.

Di penjara, penderitaan Dahlia dimulai. Silikon di dadanya pecah. Dokter memvonisnya kanker payudara stadium akhir. Sudah begitu, kedua anaknya Senta dan Amira menolak menjenguknya di rumah sakit. Rizal maupun Nico tak kunjung melihatnya. Hati Dahlia hancur, meratapi nasibnya sejadi-jadinya. Nafsu serakah menjatuhkannya dalam jurang paling dalam.

Episode 5: Hikmah Ilahi "Kualat"

Tayang : Jumat, 23 September 2011, pukul 21.00 WIB
Fadil dan Amirah merayakan pesta pernikahan mereka yang ke-25 tahun. Di pesta, Fadil memamerkan kedua anak kandung mereka, Fariz dan Sandy kepada tamu-tamunya. Monika, istri Fariz, menilai pesta itu hanya menghamburkan uang saja, padahal nilai dari pesta itu setimpal dengan cinta Fadil dan Amirah yang begitu kuat.
Monika meminta Fariz menanyakan harta warisan dari orang tua Fariz, tentu saja Fariz marah. Monika merayu Fariz lagi untuk meminta uang ke orang tuanya dengan alasan untuk membuka usaha. Sandy pun ikut pula meminta biaya tambahan kelulusan di kampusnya yang nilainya tak sedikit. Fadil yang bekerja sebagai manager di bank ternama coba mengusahakan uang demi anaknya. Fadil mengorbankan pekerjaannya dengan meminta pensiun dini agar mendapatkan uang yang diinginkan. Saat Fadil pensiun, Sandy maupun Fariz malah menolak hidup bersama orang tuanya. Malah mereka maunya Fadil dan Amirah hidup terpisah. Fadil terheran-heran dan berusaha sabar. Jadilah, Fadil pergi ke rumah Fariz dan Amirah ke rumah Sandy. Setelah tinggal bersama masing-masing anak mereka, Fadil dan Amirah ternyata mendapatkan perlakuan keji. Monika sangat tak menghargai Fadil sebagai mertuanya. Anehnya, Fariz mendukung sikap Monika. Fadil kecewa, namun tetap berusaha tabah. Fadil yang rindu dengan istrinya, selalu dipersulit untuk menelepon. Ia lantas bekerja sebagai cleaning service agar dapat membeli handphone dan berkomunikasi dengan istrinya.

Di tempat Sandy, Amirah diberi kamar yang bekas kamar mandi. Bahkan Sandy sampai menampar ibunya sendiri. Suatu hari Amirah jatuh sakit dan tidak ada seorang pun yang menolong. Pada saat itulah muncullah Ayu, anak asuh Fadil yang dibesarkan di panti asuhan. Amirah dirawat dengan baik oleh Ayu hingga sembuh. Amirah dan Fadil sangat terharu karena Ayu yang bukan darah daging mereka, memiliki cinta kasih besar. Di saat ini pula, kejadian menimpa kepada Fariz, Sandy dan Monika. Mereka masing-masing mati mengenaskan. Fariz ditangkap karena kasus narkoba, Sandy terkena kampak penjahat, Monika kena setrum di rumahnya.

Setelah beberapa lama, Amirah menulis buku Kualat berdasarkan kejadian yang dialaminya dengan suami. Buku ini mendapatkan sambutan luar biasa dari masyarakat. Dalam bukunya, terkandung pesan nasehat kepada orang-orang agar jangan pernah menjadi orang yang durhaka.

sumber: (Terima kasih dan kredit diberikan kepada
http://www.mdentertainment.net/
http://www.mnctv.com/
dan semua pihak atas sumber maklumat dan gambar)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar